Pastinya, kawan2 ingin punya produk yang laris di pasaran, kan?
Itulah kenapa, di bahasan sebelumnya, Saya menyarankan Anda untuk membangun tribe Anda sendiri.
Selain mengumpulkan intangible asset, juga untuk mencari tahu apa produk yang sekiranya cocok untuk Anda pasarkan.
Artinya, dalam hal ini, Anda akan fokus membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh tribe atau member grup Anda.
"Don't find customers for your product. Find product for your customers" (Seth Godin)
Ya, sadarkah Anda, akan jauh lebih mudah jika kita menjual sesuatu yang
sudah jelas ada marketnya, ketimbang harus meraba-raba dahulu kira-kira
marketnya siapa. Itu berarti, dalam hal ini, Anda hanya akan menjual
sesuatu yang benar-benar diinginkan oleh market. Siapa marketnya? Jelas
tribe atau member grup Anda.
Cara tahunya?
TANYA. Ya, bertanya.
TANYA. Ya, bertanya.
Misalnya, tanyakan pada mereka:
Apa yang bisa Anda bantu agar hidup mereka semakin tumbuh?
Apa yang bisa Anda sinergikan agar bisnis mereka semakin maju?
Apa yang paling mereka butuhkan saat ini?
Apa yang jadi permasalahan mereka saat ini?
...dan pertanyaan serupa lainnya untuk menggali potensi produk yang akan Anda buat untuk mereka.
Apa yang bisa Anda sinergikan agar bisnis mereka semakin maju?
Apa yang paling mereka butuhkan saat ini?
Apa yang jadi permasalahan mereka saat ini?
...dan pertanyaan serupa lainnya untuk menggali potensi produk yang akan Anda buat untuk mereka.
Inilah kunci dari larisnya produk Anda.
"Only sell what your market want..."
Coba Anda pikirkan, mana yang lebih penting, membuat produk terlebih
dahulu yang belum tentu laku, atau mengumpulkan marketnya terlebih
dahulu sehingga nanti jual produknya lebih mudah? Tentu, orang cerdas
seperti Anda akan memilih pilihan kedua...
"Wah, kang, masalahnya sekarang Saya sudah punya produk, gimana dong caranya supaya laris?"
Sesuai prediksi Saya, pasti ada sebagian dari Anda yang bertanya
seperti itu. Tenang, jangan khawatir. Anda masih bisa menjadikan produk
tersebut laris di pasaran.
Caranya?
Jika Anda saat ini sudah
punya produk, entah itu produk di bisnis sendiri, atau produk orang lain
(reseller, dropshipper, affiliate), maka sesaat sebelum Anda memutuskan
untuk membuat grup Facebook, pastikan topik yang akan dibahas dalam
grup tersebut berkaitan dengan produk yang ingin Anda jual.
Misalnya:
Jualan buku, buat grup edukasi tentang tema buku tersebut...
Jualan tools, buat grup belajar terkait benefit dari tools tersebut..
Jualan kursus, buat grup sharing yang berisi bocoran isi kursus tersebut...
Jualan makanan, buat grup pencinta kuliner...
Jualan jilbab, buat komunitas muslimah...
Jualan properti syariah, buat grup diskusi pengusaha anti riba...
Jualan suplemen penurun berat badan, buat grup tips langsing cepat bersama (nama Anda)...
Jualan produk kecantikan, buat grup tips cantik ala (nama Anda)...
...dan sejenisnya
Alhasil, apapun produk Anda, pastikan Anda buat grup Facebook yang berhubungan dengan produk yang ingin Anda jual.
Misalnya, Saya pun akhir-akhir ini aktif dalam digital product launch.
Bukan tanpa alasan Saya memutuskan hal itu, tapi karena memang mereka
(tribe dan member grup Facebook Saya) membutuhkan produk tersebut.
Artinya, dengan kata lain, Saya hanya membuat produk yang dibutuhkan
oleh tribe Saya, entah itu tribenya dibuat duluan, atau belakangan.
"Kang, kalau misalkan Saya punya ide produk nih, terus grupnya udah terbentuk, cara jualnya gimana?"
Good Question!
Itu pula yang sering Saya alami selama ini, ketika menjual produk
turunan lainnya, yang sebelumnya tidak berhubungan dengan tribe atau
member grup Saya. Caranya, lagi-lagi dengan bertanya. Ya, bertanya.
Misalkan:
"Kawan-kawan, kalau misalkan Saya jual kaos kaya begini, seberapa banyak ya dari kawan-kawan yang tertarik beli kaosnya?"
Kebayang?
Saat Anda melakukan survei seperti itu, Anda jangan dulu buat produknya
dalam jumlah banyak, sedikit saja dulu. Kalau responnya ramai, baru
Anda buat produknya dalam jumlah yang banyak. Kalau tidak ramai, Anda
mesti evaluasi apakah produk Anda tersebut benar-benar dibutuhkan oleh
market Anda atau tidak.
Ingat, jika produk Anda ingin laris di
pasaran, Anda harus menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan
market, bukan yang menurut Anda dibutuhkan oleh market. Serupa, tapi tak
sama. Jauh berbeda.
Karenanya, kenali market Anda, apa yang
mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan, dan apa yang menjadi
permasalahan mereka. Setelah itu, buatlah produknya untuk mereka.
Dijamin, laris di pasaran!
Pertanyaannya sekarang, seberapa yakin
Anda bahwa produk yng Anda jual saat ini bakalan laris di pasaran? Atau
jangan2 nggak yakin? Ayo renungkan....
Karena keyakinan Anda akan menentukan hasil yang didapatkan...
Sumber Artikel:
Dewa Eka Prayoga
Founder BILLIONAIRE STORE
